Daftar Lengkap UMK Jawa Timur 2026

Berdasarkan SK Gubernur No. 100.3.3.1/937/013/2025

Tertinggi (Surabaya) Rp5.288.796
Terendah (Situbondo) Rp2.483.962

Gubernur Jawa Timur secara resmi telah menetapkan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) Tahun 2026. Penandatanganan Surat Keputusan (SK) ini menjadi pedoman esensial bagi sektor perekonomian dan ketenagakerjaan di 38 wilayah Jawa Timur.

Ketetapan upah ini berlaku mutlak terhitung 1 Januari 2026. Hal ini bukan hanya tentang pemenuhan kewajiban administratif perusahaan, melainkan sebagai instrumen jaring pengaman untuk mempertahankan daya beli dan standar kelayakan hidup pekerja terhadap fluktuasi inflasi.

📄 Unduh/Lihat Salinan Resmi SK Gubernur

📋 Daftar Lengkap UMK 38 Kabupaten/Kota

Silakan cari nama kabupaten atau kota pada kolom pencarian di bawah ini untuk melihat rincian besaran UMK tahun 2026.

No Kabupaten / Kota Besaran UMK (Rp)
1 Kota Surabaya Rp 5.288.796
2 Kabupaten Gresik Rp 5.195.401
3 Kabupaten Sidoarjo Rp 5.191.541
4 Kabupaten Pasuruan Rp 5.187.681
5 Kabupaten Mojokerto Rp 5.176.101
6 Kabupaten Malang Rp 3.802.862
7 Kota Malang Rp 3.736.101
8 Kota Batu Rp 3.562.484
9 Kota Pasuruan Rp 3.555.301
10 Kabupaten Jombang Rp 3.320.770
11 Kabupaten Tuban Rp 3.229.092
12 Kota Mojokerto Rp 3.208.556
13 Kabupaten Lamongan Rp 3.196.328
14 Kabupaten Probolinggo Rp 3.164.526
15 Kota Probolinggo Rp 3.045.172
16 Kabupaten Jember Rp 3.012.197
17 Kabupaten Banyuwangi Rp 2.989.145
18 Kota Kediri Rp 2.742.806
19 Kabupaten Bojonegoro Rp 2.685.983
20 Kabupaten Kediri Rp 2.651.603
21 Kota Blitar Rp 2.639.518
22 Kabupaten Tulungagung Rp 2.628.190
23 Kota Madiun Rp 2.588.794
24 Kabupaten Lumajang Rp 2.578.320
25 Kabupaten Blitar Rp 2.567.744
26 Kabupaten Nganjuk Rp 2.564.627
27 Kabupaten Ngawi Rp 2.556.815
28 Kabupaten Magetan Rp 2.553.866
29 Kabupaten Sumenep Rp 2.553.688
30 Kabupaten Madiun Rp 2.553.221
31 Kabupaten Bangkalan Rp 2.550.274
32 Kabupaten Ponorogo Rp 2.549.876
33 Kabupaten Trenggalek Rp 2.530.313
34 Kabupaten Pamekasan Rp 2.528.004
35 Kabupaten Pacitan Rp 2.514.892
36 Kabupaten Bondowoso Rp 2.496.886
37 Kabupaten Sampang Rp 2.484.443
38 Kabupaten Situbondo Rp 2.483.962

📊 Metodologi & Asumsi Data

Analisis statistik dan pemodelan visual dalam artikel ini dikonstruksi berdasarkan metodologi kuantitatif yang terukur:

  • Sumber Data: Merujuk pada publikasi resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur serta ringkasan Surat Keputusan (SK) Gubernur terkait penetapan UMK.
  • Asumsi Makroekonomi: Estimasi tingkat inflasi (Year-on-Year) diproyeksikan berada pada rentang 2.0% - 2.9%, yang digunakan sebagai variabel independen pada pemodelan korelasi (Scatter Plot).
  • Metode Pemetaan: Visualisasi spasial (Heatmap) disusun berdasarkan agregasi wilayah administratif resmi ekonomi Jawa Timur atau Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil).

⚠️ Limitasi Analisis & Disklaimer

Harap diperhatikan beberapa batasan dalam interpretasi data pada artikel ini:

  • Sifat Data Simulatif: Indikator tingkat inflasi daerah yang disertakan dalam visualisasi komparatif (khususnya Scatter Plot) merupakan data yang bersifat simulatif. Data tersebut dirancang khusus sebagai variabel dummy untuk mendemonstrasikan korelasi statistik secara metodologis.
  • Tujuan Edukasi: Seluruh infografik dan pemodelan visual bertujuan utama sebagai piranti edukasi literasi data dan pendidikan matematika terapan, bukan sebagai landasan analisis keuangan tingkat lanjut.
  • Bukan Rekomendasi Ekonomi Resmi: Interpretasi yang dijabarkan dalam artikel ini tidak merepresentasikan panduan kebijakan, prospektus investasi, maupun rekomendasi ekonomi resmi. Eksekusi kewajiban korporasi dan nominal riil tetap wajib tunduk pada salinan otentik SK Gubernur terkait.

🧮 Analisis Matematis Penetapan UMK

Angka-angka pada tabel di atas dihitung menggunakan model matematika yang mempertimbangkan variabel makro ekonomi daerah. Formula penyesuaian upah minimum (UM) dirumuskan sebagai berikut:

UM(t+1)=UMt+Nilai Penyesuaian

Di mana Nilai Penyesuaian merupakan fungsi hasil kombinasi indikator ekonomi:

Nilai Penyesuaian=(π+(PE×α))×UMt
  • π (Pi): Mewakili tingkat inflasi daerah, mengamankan daya beli dasar.
  • PE: Laju Pertumbuhan Ekonomi, mengukur produktivitas wilayah.
  • α (Alfa): Indeks kontribusi ketenagakerjaan (rentang 0.10 hingga 0.30) yang ditetapkan berdasarkan regulasi.

🎓 Terapan dalam Pendidikan Matematika & Numerasi

Dataset UMK ini dapat menjadi instrumen otentik untuk membumikan konsep Pendidikan Matematika dan Numerasi (AKM) di ruang kelas. Pendidik dapat membawa data ini untuk berbagai studi kasus:

  • Eksplorasi Statistika Deskriptif: Melatih siswa menentukan Mean, Median, Kuartil, dan mengidentifikasi keberadaan pencilan (Outlier) dari kumpulan data 38 daerah.
  • Pemodelan Fungsi Aljabar: Membedah rumus Nilai Penyesuaian sebagai bentuk persamaan linear untuk meramalkan proyeksi UMK apabila asumsi inflasi diubah.
  • Penguatan Literasi Data: Mendorong daya nalar peserta didik dalam membaca dan menerjemahkan grafik visual menjadi informasi statistik yang valid.

📈 Visualisasi & Interpretasi Statistik Formal UMK

Analisis data tabular secara langsung seringkali belum cukup untuk memperlihatkan tren makro. Kami mengolah dataset ini ke dalam model visualisasi interaktif untuk menelaah distribusi, varians, dan pola spasial. (Catatan: Arahkan kursor / sentuh grafik untuk melihat rincian datanya).

1. Tren Pertumbuhan Absolut (2022 - 2026)

Grafik deret waktu (time series) di bawah ini memetakan pertumbuhan UMK. Terdapat tiga garis acuan: Batas Atas (Surabaya), Rata-rata (Mean) Provinsi, dan Batas Bawah (Situbondo). Anda dapat mempelajari pendekatan dasar grafik ini melalui artikel memahami tren dengan diagram garis, yang berguna untuk mendeteksi seberapa cepat rentang (range) antara kurva batas atas dan batas bawah mengalami pelebaran seiring waktu.

Tertinggi (Surabaya)
Rata-rata Provinsi
Terendah (Situbondo)

📊 Laju Pertumbuhan Tahunan (CAGR)

Secara historis, tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (Compound Annual Growth Rate) di Jawa Timur berada pada interval 5% hingga 7,5% per tahun sejak 2022. Daerah dengan basis nominal tinggi konsisten mencatatkan peningkatan nilai absolut yang lebih signifikan, sehingga menghasilkan deviasi yang makin jauh terhadap rata-rata provinsi setiap tahunnya.

2. Peta Panas (Heatmap) Kepadatan Upah per Bakorwil

Matriks di bawah mengklasifikasikan wilayah ke dalam 6 kawasan utama ekonomi. Intensitas warna merepresentasikan nilai UMK—dimulai dari rentang paling dasar (Kuning Terang) hingga tertinggi (Merah Pekat).

Konsentrasi warna Merah dan Oranye (Rp3,5 - Rp5,2 Juta) terpusat kuat di kawasan Gerbangkertosusila yang merupakan basis aglomerasi industri. Sebaliknya, wilayah Mataraman dan Madura menunjukkan homogenitas spasial dengan didominasi warna kuning (berkisar Rp2,4 - Rp2,7 Juta).

3. Interpretasi Statistik Distribusi & Varians Data

Pada Histogram (kiri), terlihat distribusi data yang tidak simetris dan cenderung menceng ke kanan (right-skewed distribution atau positive skewness). Mayoritas wilayah terkonsentrasi pada kelas interval rentang bawah (sekitar Rp2,5 juta), sedangkan ekor distribusi (tail) memanjang ke kanan disebabkan frekuensi kecil kota dengan upah tinggi.

Boxplot (kanan) mengonfirmasi karakteristik ini dengan keberadaan pencilan (outliers) yang ekstrem di atas batas atas kumis (upper whisker). Nilai Standard Deviation (simpangan baku) dan Variance yang tinggi mengindikasikan heterogenitas sebaran. Kondisi statistik ini secara makro mirip dengan efek ketimpangan Gini Index—di mana segelintir daerah mendominasi puncak upah dan merubah nilai Mean (rata-rata) menjadi kurang representatif dibandingkan nilai Median-nya.

4. Scatter Plot: Korelasi Inflasi terhadap UMK

Diagram pencar (scatter plot) menyandingkan estimasi tingkat inflasi (sumbu X) terhadap ketetapan UMK (sumbu Y). Walaupun inflasi berfungsi sebagai pengali penyesuaian utama, korelasi linier langsung tampak lemah secara visual. Hal ini mengindikasikan bahwa selisih besaran UMK antar daerah lebih didikte oleh fundamental basis upah tahun sebelumnya (baseline) daripada fluktuasi tingkat inflasi tahunan secara tunggal.

⚖️ Alat Banding & Komparasi UMK

Pilih dua daerah di bawah ini untuk memperoleh selisih nominal, persentase rasio, dan perbandingan visual secara instan. Konsep antarmuka ini mengadaptasi kaidah pembuatan diagram batang dasar yang responsif.

Selisih Nominal UMK:

Rp 2.804.834

Daerah A
Daerah B

💡 Panduan Optimasi Keuangan: Mahasiswa & Fresh Graduate

Bagi pekerja awal karir, besaran UMK daerah adalah batas indikatif kelayakan. Manajemen pengalokasian upah sangat penting, sejalan dengan integrasi edukasi matematika di balik keuangan sekolah. Sangat direkomendasikan untuk menerapkan kerangka dasar Aturan 50-30-20:

  • 50% Needs (Pokok): Alokasi pemenuhan kewajiban utama: sewa tempat tinggal, kebutuhan pangan dasar, transportasi, dan utilitas pendukung (listrik/internet).
  • 30% Wants (Gaya Hidup): Ruang rekreasional proporsional: pengeluaran untuk aktivitas hobi, berlangganan layanan digital, dan penjagaan relasi sosial di akhir pekan.
  • 20% Tabungan / Investasi: Pengamanan ekuitas masa depan: pembentukan basis dana darurat serta akumulasi modal sertifikasi kompetensi (investasi pengetahuan).

🌍 Penyelarasan dengan Sustainable Development Goals (SDGs)

Transparansi basis data penetapan UMK selaras dengan komitmen target pembangunan berkelanjutan global (SDGs), mencakup pilar-pilar strategis:

  • SDG 1 (Tanpa Kemiskinan): Ketetapan upah berfungsi sebagai proteksi agar pekerja formal tidak tergelincir pada area kemiskinan dan ketidakmampuan mencukupi Kebutuhan Hidup Layak (KHL).
  • SDG 8 (Pekerjaan Layak & Pertumbuhan Ekonomi): Mengamankan standar imbal balik ketenagakerjaan secara paralel dengan penyesuaian produktivitas dan ekspansi usaha di wilayah regional.
  • SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan): Pemantauan disparitas spasial (seperti tervisualisasi pada indeks distribusi upah) menjadi landasan intervensi kebijakan guna menekan kesenjangan antar kota industri sentral dan non-sentral.

Informasi Ini Bermanfaat? 📱

Bantu sebarkan transparansi publik! Bagikan artikel rincian UMK 2026, analisis statistik komparatif, dan panduan manajemen ini ke rekan jaringan profesional Anda.

Bagikan via WhatsApp

❓ Tanya Jawab Seputar UMK (FAQ) & Regulasi

Kapan UMK Jawa Timur 2026 mulai berlaku efektif?

UMK Jawa Timur tahun 2026 mulai berlaku secara mutlak pada tanggal 1 Januari 2026 untuk seluruh wilayah Kabupaten/Kota di Provinsi Jatim.

Daerah mana dengan UMK tertinggi dan terendah?

Kota Surabaya mencatat nominal tertinggi (Rp5.288.796), sedangkan Kabupaten Situbondo berada di batas paling bawah (Rp2.483.962).

Apakah besaran UMK berlaku untuk semua tingkat pekerja?

Tidak. Regulasi upah minimum ditetapkan spesifik bagi pekerja lajang dengan rentang masa kerja kurang dari 1 (satu) tahun. Evaluasi skala upah untuk masa kerja lebih lama menjadi tanggung jawab internal kebijakan perseroan.

⚠️ Implikasi Peraturan

Keputusan ini mengikat secara hukum bagi operasional pelaku usaha:

  • Batas Mutlak: Entitas bisnis dilarang mengeksekusi pembayaran upah di bawah spesifikasi nominal yang telah diatur otoritas daerah penempatan.
  • Sanksi Pelanggaran: Pengabaian terhadap kewajiban tanpa persetujuan penangguhan resmi dapat berujung pada sanksi administratif dan tindakan pidana menurut UU Ketenagakerjaan.

Kamus Terminologi

  • SK Gubernur: Dokumen ketetapan legal final dari instansi pimpinan provinsi.
  • Perbedaan UMK & UMP: UMK memetakan hierarki spasial di tingkat Kabupaten/Kota, sedangkan UMP menyediakan nilai batas bawah minimum suatu provinsi.
Topik Kajian Data: UMK Jatim 2026 • Literasi Keuangan • Analisis Statistik Visual • SDGs.