Evaluasi kurikulum berjalan (on going curriculum) dilakukan secara berkala di prodi S1 Pendidikan Matematika untuk mengidentifikasi informasi terkait pelaksanaan kurikulum berjalan dan memperbaiki kurikulum diantaranya melalui forum workshop atau lokakarya kurikulum baik di level prodi maupun di level asosiasi. Evaluasi dilakukan setiap tahun dan restrukturisasi dilakukan setiap 5 tahun.
Hasil Penilaian CPL tahun 2021 dikategorikan sangat baik, baik, memuaskan dan gagal. Berdasarkan pencapaian PLO di atas, kategori gagal paling banyak ditemukan pada KNO-1 (14 dari 23 modul ditemukan gagal). Mayoritas dari mereka adalah KNO-1 untuk kategori studi matematika (non-pedagogik), seperti modul Kalkulus Diferensial dan Kalkulus Integral. Laporan portofolio untuk kedua modul ini menunjukkan sebagian besar matakuliah tersebut ada di semester awal, dimana kebiasaan siswa di sekolah menengah yang menggunakan pola pikir induktif, sementara di tingkat universitas mereka diharuskan berpikir deduktif. Bahkan untuk mata kuliah Kalkulus Diferensial, banyak yang berada dalam kategori Gagal (44,21%) untuk SKI-2. Oleh karena itu, perlu memperkuat dan merefleksikan pembelajaran yang menekankan pencapaian pada KNO-1 dan SKI-2, terutama dalam bidang matematika.
Upaya yang dilakukan prodi S1 Pendidikan
Matematika untuk meminimalkan kegagalan tersebut adalah mendorong dosen untuk
mendesain lembar kerja mahasiswa yang menuntut keterampilan berpikir deduktif.
Evaluasi kurikulum berjalan, salah satunya dilakukan dengan menganalisis ketercapaian CPL yang dibebankan pada setiap mata kuliah. Berikut salah satu contoh hasil analisis CPL (PLO) mata kuliah Evaluasi Belajar
Dari hasil analisis ini, digunakan
sebagai refleksi bagi pengampu mata kuliah untuk memperbaiki praktik
pembelajarannya dengan terlebih dahulu mengevaluasi penyebab rendahnya capaian
CPL (PLO) di mata kuliah tersebut.
Evaluasi kurikulum menyeluruh dilakukan
pada tahun 2020 saat kebijakan MBKM diberlakukan. Hasil lokakarya kurikulum
bersama stake holder, pada tanggal 3 November 2021 diadapatkan hasil
diantaranya adanya penyesuaian profil lulusan, implementasi kurikulum merdeka
belajar kampus merdeka dengan program belajar di luar kampus selama dua
semester. Penyesuaian beberapa mata kuliah sebagai upaya mendukung visi
keilmuan prodi dan visi lembaga. Pengembangan kurikulum S1 program Studi Pendidikan
Matematika didasarkan pada evaluasi kurikulum sebelumnya sehingga perlu dikembangkannya
kerikulum selanjutnya. Beberapa pertimbangan yang dijadikan pijakan
pengembangan kurikulum ini, adalah sebagai berikut:
1.
Paradigma baru pendidikan matematika,
yang mendiskripsikan bahwa Pendidikan Matematika adalah teori dan praktek untuk
menfasilitasi belajar dan meningkatkan kinerja melalui penciptaan,
penggelolaan, penggunaan proses, dan sumber daya yang sesuai. Perubahan
paradima S1 Pendidikan Matematika ini
membawa implikasi pada beberapa perubahan, yakni (1) kajian keilmuan matematika,
(2) kajian inovasi pembelajaran matematika, (3) kajian psikologi pembelajaran
matematika, (4) kajian teknologi pembelajaran matematika yang digunakan untuk
memfasilitasi belajar dan meningkatkan kinerja, dan (5) profil lulusan program
sudi pendidikan matematika baik pada jenjang S1, S2, maupun S3.
2.
Menyesuaikan Standar NCTM tahun 2010,
yang meliputi 5 standar, yakni problem solving, reasoning and proof,
mathematical communication, mathematical connection, dan mathematical
representation.
3.
Memenuhi tuntutan kurikulum MBKM,
memberikan kesempatan belajar diluar kampus untuk membekali kompetensi lulusan.
4.
Menyesuikan konteks kehidupan era
revolusi industry 4.0 dan society 5.0. Industri 4.0 berfokus pada
kemajuan teknologi dan otomasi dalam manufaktur dan industri, sementara
Masyarakat 5.0 menempatkan manusia sebagai pusat inovasi dan transformasi
teknologi. Industri 4.0 mengintegrasikan sistem cyber-fisik, adopsi teknologi
baru, dan otomasi berbasis IoT, sedangkan Masyarakat 5.0 mengutamakan
kesejahteraan manusia, kolaborasi, dan kreativitas. Keduanya berkontribusi pada
masa depan yang terus berkembang.
5.
Tracer Study merupakan upaya pelacakan
dan perekaman data kinerja lulusan dilakukan melalui kegiatan Tracer Study
terhadap alumni, pengguna lulusan (user) serta stakeholder atau pemangku
kepentingan. Kegiatan ini bertujuan untuk memperoleh data yang terukur,
terarah, dan terorganisir berupa (a) informasi dari alumni mengenai
perkembangan kompetensi yang dibutuhkan pasar kerja untuk bahan perbaikan
kurikulum; (b) informasi tentang hal-hal positif dalam penerapan kurikulum di
Prodi Pendidikan Matematika FMIPA Unesa yang perlu dipertahankan; (c)
memperoleh data alumni Unesa seperti tempat kerja, bidang kerja, waktu tunggu
memperoleh pekerjaan; serta (d) informasi dari pengguna lulusan tentang
kualitas lulusan (kinerja, penguasaan, dan keterampilan yang perlu ditingkatkan).
Melalui penggalian serta pemanfaatan data informasi secara rutin dan
berkelanjutan, diharapkan Prodi Pendidikan Matematika FMIPA Unesa dapat
memperoleh informasi yang akurat mengenai kondisi otentik berupa kualitas
kompetensi/ kemampuan lulusan pada dunia kerja sekaligus tanggapan, kebutuhan
dan harapan para pengguna lulusan beserta stakeholder terhadap kualitas yang
telah, sedang dan akan dihasilkan.
6.
Data Hasil Tracer Study S1 Pendidikan Matematika Tahun 2023/2024
sebagai berikut:
sebagian
besar alumni mampu memperoleh pekerjaan dalam waktu yang relatif singkat
setelah lulus. Sebanyak 11 alumni mendapatkan pekerjaan dalam waktu kurang dari
satu bulan, sementara 29 alumni memperoleh pekerjaan tepat satu bulan setelah
lulus. Selain itu, 8 alumni mendapatkan pekerjaan dalam dua bulan, 10 alumni
dalam tiga bulan, 3 alumni dalam empat bulan, dan 5 alumni membutuhkan waktu
hingga lima bulan untuk memperoleh pekerjaan. Temuan ini menunjukkan bahwa
sebagian besar alumni berhasil memasuki dunia kerja dalam waktu lima bulan
setelah menyelesaikan studi mereka.
Secara
total, sebanyak 31 alumni bekerja di perusahaan swasta, sementara 6 alumni
bekerja di institusi atau organisasi multilateral. Selain itu, 15 alumni meniti
karier di instansi pemerintah. Terdapat pula 3 alumni (3,33%) yang bekerja di
badan usaha milik negara (BUMN) atau badan usaha milik daerah (BUMD) serta di
organisasi nirlaba atau Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Selanjutnya, 6 alumni
melaporkan bekerja di sektor di luar kategori yang telah disebutkan, dan 2
alumni memilih jalur wirausaha dengan mendirikan usaha sendiri.
Sejumlah
total 38 alumni memilih profesi sebagai guru, menjadikannya jalur karier yang
paling populer di antara para lulusan. Selain mereka yang meniti karier sebagai
guru, berbagai profesi lain juga diwakili, dengan masing-masing satu alumni
bekerja sebagai administrator gudang, staf operasional, instruktur harian,
tutor privat, pendidik lepas, administrator koperasi, teller bank, dan akuntan.
Hasil tracer study tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar lulusan S1 Pendidikan Matematika memiliki standar yang bermutu. Namun, persentase mahasiswa yang lulus tepat waktu perlu ditingkatkan. Di samping hasil tracer study, User Survey pada level universitas juga digunakan sebagai bagian dari evaluasi program studi. Adapun saran pengguna lulusan secara umum disajikan pada Tabel berikut.
