Mengenal Tipe Data Bilangan di Python: Int, Float, & Complex
Mengenal Tipe Data Bilangan di Python: Int, Float, & Complex
Dalam pemrograman, komputer perlu tahu jenis data apa yang sedang ia proses. Sama seperti kita membedakan antara kata dan bilangan, Python juga mengklasifikasikan data ke dalam kategori yang disebut tipe data atau data types. Untuk semua operasi matematis, memahami tipe data bilangan adalah hal yang paling mendasar.
Python secara otomatis menyediakan tiga tipe data bilangan utama yang akan sering Anda gunakan. Mari kita kenali ketiganya.
1. Bilangan Bulat (Integer / int) 💯
Tipe data int adalah jenis yang paling sederhana. Ini digunakan untuk merepresentasikan semua bilangan bulat, baik positif, negatif, maupun nol, tanpa ada bagian desimal. Anggap saja int adalah bilangan yang Anda gunakan untuk menghitung objek-objek diskrit, seperti jumlah mahasiswa di kelas atau buku di rak.
# Contoh bilangan integer
jumlah_mahasiswa = 45
suhu_beku = -10
nilai_awal = 0
# Mengecek tipe datanya dengan fungsi type()
print(type(jumlah_mahasiswa)) Output dari kode di atas akan menjadi , yang mengonfirmasi bahwa variabel tersebut adalah sebuah integer.
2. Bilangan Desimal (Floating-Point / float) 📏
Tipe data float digunakan untuk merepresentasikan bilangan yang memiliki bagian desimal atau "pecahan". Tipe ini sangat penting untuk nilai-nilai yang membutuhkan presisi, seperti hasil pengukuran, kalkulasi ilmiah, atau harga. Bahkan jika sebuah bilangan terlihat bulat tetapi ditulis dengan titik desimal (misalnya, 58.0), Python akan tetap menganggapnya sebagai float.
# Contoh bilangan float
nilai_pi = 3.14159
harga_buku = 75500.50
hasil_bagi = 10 / 3 # Operasi pembagian selalu menghasilkan float
print(f"Hasil pembagian: {hasil_bagi}")
print(f"Tipe data dari pi adalah: {type(nilai_pi)}") Outputnya akan menunjukkan 3.333... dan .
3. Bilangan Kompleks (Complex / complex) 💡
Bagi mahasiswa matematika, tipe data ini sangat menarik. Python memiliki dukungan bawaan untuk bilangan kompleks, yang terdiri dari bagian riil dan bagian imajiner. Berbeda dari notasi matematika umum yang menggunakan 'i', Python menggunakan akhiran j untuk menandai bagian imajiner.
# Contoh bilangan kompleks
bilangan_kompleks = 4 + 7j
print(f"Bilangan kompleks: {bilangan_kompleks}")
print(f"Tipe datanya adalah: {type(bilangan_kompleks)}")
# Mengakses bagian riil dan imajiner
print(f"Bagian Riil: {bilangan_kompleks.real}")
print(f"Bagian Imajiner: {bilangan_kompleks.imag}")Konversi Antar Tipe Bilangan
Kadang kala, kita perlu mengubah tipe data dari satu jenis ke jenis lain. Python menyediakan fungsi sederhana untuk ini: int(), float(), dan complex().
angka_float = 99.8
# Mengubah float menjadi int (bagian desimal akan dihilangkan)
angka_int = int(angka_float)
print(f"Dari float {angka_float} menjadi int: {angka_int}")
angka_bulat = 150
# Mengubah int menjadi float
jadi_float = float(angka_bulat)
print(f"Dari int {angka_bulat} menjadi float: {jadi_float}")Kesimpulan
Memahami perbedaan antara int, float, dan complex adalah fondasi yang kuat dalam pemrograman Python, khususnya untuk aplikasi matematika. Dengan mengenali tipe data yang tepat, Anda dapat memastikan kalkulasi yang Anda lakukan akurat dan efisien. Python menangani ini semua secara intuitif, memungkinkan Anda untuk fokus pada penyelesaian masalah, bukan pada detail teknis manajemen memori.

