Polya dan Empat Prinsip Pemecahan Masalah dalam How to Solve It
George Pólya, seorang matematikawan Hungaria-Amerika, dikenal luas berkat kontribusinya dalam bidang heuristik dan pendidikan matematika. Salah satu karyanya yang paling berpengaruh adalah buku berjudul How to Solve It, pertama kali diterbitkan pada tahun 1945. Buku ini tidak hanya menjadi rujukan bagi para pendidik matematika, tetapi juga menjadi panduan universal untuk berpikir kritis dan memecahkan masalah secara sistematis.
Empat Prinsip Pemecahan Masalah Menurut Pólya
Dalam How to Solve It, Pólya merumuskan empat prinsip dasar yang dapat diterapkan dalam menyelesaikan berbagai jenis masalah—terutama yang tidak langsung jelas solusinya. Keempat prinsip ini dirancang untuk membimbing proses berpikir logis dan kreatif:
- Pahami Masalahnya – Identifikasi apa yang diketahui, apa yang ditanyakan, dan apakah informasi yang tersedia cukup atau relevan.
- Buat Rencana – Cari hubungan antara data dan tujuan. Pertimbangkan strategi seperti menggambar diagram, mencari pola, bekerja mundur, atau menyelesaikan versi lebih sederhana dari masalah.
- Jalankan Rencana – Lakukan langkah-langkah yang telah direncanakan secara teliti dan sistematis.
- Lihat Kembali – Tinjau solusi yang diperoleh. Apakah jawaban masuk akal? Dapatkah metode ini diterapkan pada masalah serupa?
Contoh Nyata Penerapan Empat Prinsip Pólya
Masalah: Kamu memiliki 27 kelereng identik, tetapi satu di antaranya lebih berat. Dengan hanya menggunakan timbangan dua lengan (tanpa anak timbangan), berapa kali paling sedikit kamu harus menimbang untuk memastikan kelereng yang lebih berat?
| Langkah | Penerapan Prinsip Pólya |
|---|---|
| 1. Pahami Masalah | Diketahui: 27 kelereng, 1 lebih berat, timbangan dua lengan. Tujuan: temukan kelereng lebih berat dengan sedikit mungkin penimbangan. |
| 2. Buat Rencana | Bagi kelereng menjadi 3 kelompok (9-9-9). Bandingkan dua kelompok di timbangan. Jika seimbang, kelereng berat ada di kelompok ketiga; jika tidak, ada di sisi yang turun. Ulangi strategi ini secara rekursif. |
| 3. Jalankan Rencana |
|
| 4. Lihat Kembali | Hanya butuh 3 kali menimbang. Strategi ini optimal karena setiap penimbangan membagi ruang pencarian menjadi 3 bagian (log327 = 3). Metode ini juga berlaku untuk 81, 243, dll. |
Contoh ini benar-benar mencerminkan “masalah” dalam arti Pólya: tidak ada prosedur langsung, memerlukan eksplorasi, strategi, dan verifikasi. Inilah esensi dari problem solving yang diajarkan Pólya—bukan sekadar menghitung, tapi berpikir.
“Menyelesaikan soal hanyalah soal praktik. Tetapi menemukan metode yang tepat—itu seni.” — George Pólya

