Dasar Logika Python: Memahami Percabangan If, Elif, dan Else
Dalam kehidupan sehari-hari, kita terus-menerus membuat keputusan. Jika cuaca hujan, kita memakai payung. Jika tidak, kita mungkin hanya memakai topi. Kemampuan untuk membuat keputusan berdasarkan kondisi tertentu adalah inti dari kecerdasan. Di dunia pemrograman, kita memberikan kemampuan ini kepada komputer menggunakan struktur yang disebut pernyataan kondisional atau percabangan.
Di Python, struktur fundamental untuk pengambilan keputusan adalah blok if-elif-else. Memahami cara kerjanya adalah salah satu pilar utama untuk menjadi seorang programmer. Mari kita bedah satu per satu.
1. Pernyataan if: Kondisi Tunggal
if adalah bentuk percabangan yang paling dasar. Ia digunakan untuk memeriksa sebuah kondisi. Jika kondisi tersebut bernilai benar (True), maka blok kode di bawahnya akan dieksekusi. Jika salah (False), blok kode tersebut akan dilewati begitu saja.
Sintaksnya sangat sederhana, namun perhatikan titik dua (:) di akhir dan indentasi (jarak menjorok) pada blok kodenya. Keduanya wajib dalam Python.
bilangan = 10
if bilangan > 0:
print("Bilangan ini positif.")
print("Pengecekan selesai.")Pada contoh di atas, karena `10 > 0` adalah benar, maka pesan "Bilangan ini positif." akan dicetak.
2. Menambahkan Rencana B dengan else
Lalu, bagaimana jika kita ingin melakukan sesuatu saat kondisi if tidak terpenuhi? Di sinilah else berperan. Blok else menyediakan blok kode alternatif yang hanya akan dijalankan jika kondisi if bernilai False.
nilai_ujian = 70
if nilai_ujian >= 75:
print("Selamat, Anda Lulus!")
else:
print("Tetap semangat, coba lagi!") Karena `70 >= 75` bernilai salah, maka blok kode di dalam else yang akan dieksekusi.
3. Banyak Kemungkinan dengan elif
elif adalah kependekan dari "else if". Ini memungkinkan kita untuk memeriksa beberapa kondisi secara berurutan. Python akan memeriksa kondisi dari atas ke bawah. Begitu menemukan satu kondisi yang True, ia akan menjalankan blok kode tersebut dan mengabaikan sisa dari blok elif dan else.
Struktur ini sangat cocok untuk kasus dengan banyak kemungkinan, seperti menentukan apakah sebuah bilangan positif, negatif, atau nol.
bilangan = float(input("Masukkan sebuah bilangan: "))
if bilangan > 0:
print("Bilangan ini positif.")
elif bilangan < 0:
print("Bilangan ini negatif.")
else:
print("Anda memasukkan bilangan nol.")Kesimpulan
Struktur kondisional if-elif-else adalah tulang punggung dari logika pemrograman. Ia memberikan program kita kemampuan untuk bereaksi secara dinamis terhadap berbagai input dan situasi.
- Gunakan
ifuntuk kondisi awal. - Gunakan
elifuntuk menambahkan pengecekan kondisi lain. - Gunakan
elsesebagai pilihan terakhir jika tidak ada kondisi lain yang terpenuhi.
Dengan pemahaman ini, Anda sekarang siap untuk melihat bagaimana struktur if-elif-else yang sama dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah yang lebih kompleks, seperti mengklasifikasikan jenis segitiga berdasarkan panjang sisinya pada artikel kami berikutnya!

