Setelah pada artikel sebelumnya kita membahas diagram batang yang unggul untuk membandingkan data antar kategori, kini kita akan membahas alat visualisasi data fundamental lainnya: diagram garis (line chart). Jika diagram batang adalah ahlinya perbandingan, maka diagram garis adalah spesialis dalam menunjukkan tren atau perubahan data dari waktu ke waktu.
Apa Itu Diagram Garis dan Kapan Menggunakannya?
Diagram garis adalah jenis grafik yang menampilkan informasi sebagai serangkaian titik data ('penanda') yang dihubungkan oleh segmen garis lurus. Penggunaan utamanya adalah untuk melacak perubahan nilai suatu variabel terhadap variabel lain yang bersifat kontinu, paling sering adalah waktu.
Diagram garis sangat cocok digunakan untuk data berikut:
- Data Runtun Waktu (Time Series): Contohnya termasuk fluktuasi harga saham harian, perubahan suhu bulanan, atau pertumbuhan penjualan tahunan.
- Data Kontinu: Data yang diukur pada interval yang berkelanjutan, misalnya, grafik yang menunjukkan bagaimana tekanan udara berubah seiring dengan ketinggian.
Langkah-Langkah Membuat Diagram Garis
- Siapkan Data Berpasangan: Anda memerlukan data dalam pasangan, biasanya (waktu, nilai).
- Buat Sumbu X (Waktu) dan Sumbu Y (Nilai): Sumbu horizontal (X) untuk interval waktu, sumbu vertikal (Y) untuk nilai kuantitas yang diukur.
- Plot Titik Data: Untuk setiap interval waktu di sumbu X, tandai sebuah titik pada ketinggian yang sesuai dengan nilainya di sumbu Y.
- Hubungkan Titik-titik: Tarik garis lurus yang menghubungkan setiap titik data secara berurutan dari kiri ke kanan.
- Beri Judul dan Legenda: Beri judul yang informatif. Jika memplot lebih dari satu kelompok data, gunakan warna garis yang berbeda dan sertakan legenda untuk menjelaskannya.
Contoh Praktis: Perbandingan Dua Kelompok Data
Diagram garis menjadi lebih berwawasan ketika digunakan untuk membandingkan tren dari dua atau lebih kelompok data. Misalkan kita memiliki data suhu rata-rata mingguan di kota Surabaya dan Jakarta:
| Hari | Suhu Surabaya (°C) | Suhu Jakarta (°C) |
|---|---|---|
| Senin | 28 | 29 |
| Selasa | 30 | 31 |
| Rabu | 31 | 32 |
| Kamis | 29 | 31 |
| Jumat | 32 | 33 |
Untuk membuat diagramnya, kita akan menggambar dua garis pada satu set sumbu yang sama:
- Satu garis (misalnya, biru) untuk menghubungkan titik-titik data suhu Surabaya.
- Satu garis lain (misalnya, merah) untuk menghubungkan titik-titik data suhu Jakarta.
- Sertakan legenda untuk menjelaskan bahwa garis biru adalah Surabaya dan garis merah adalah Jakarta.
Dengan cara ini, kita tidak hanya bisa melihat tren suhu di masing-masing kota, tetapi juga dapat membandingkan tren keduanya secara langsung. Dari diagram tersebut, akan terlihat jelas bahwa suhu di Jakarta secara konsisten lebih tinggi daripada di Surabaya selama periode waktu tersebut, meskipun keduanya menunjukkan pola tren yang mirip.
Kesimpulannya, jika diagram batang adalah alat untuk perbandingan kategori, maka diagram garis adalah alat untuk narasi tren. Ia menceritakan bagaimana sebuah nilai berubah dan berkembang seiring waktu, dan menjadi lebih kuat saat digunakan untuk membandingkan beberapa narasi sekaligus.
Keywords: Diagram Garis, Cara Membuat Diagram Garis, Statistika, Visualisasi Data, Grafik Garis, Data Kontinu, Analisis Tren, Pembelajaran Matematika, Literasi Data.

