Jadwal Imsakiyah Ramadan 2026 & Perhitungan Astronomis: Menuju Kehidupan Sehat dan Berkualitas
Integrasi Sains, Spiritualitas, dan SDGs untuk Pendidikan Matematika
Bulan suci Ramadan 1447 H telah tiba. Bagi umat Islam, mengetahui jadwal imsakiyah yang akurat bukan sekadar kebutuhan logistik, melainkan bentuk ketaatan. Namun, di balik deretan angka jam dan menit tersebut, terdapat keindahan logika matematika dan sains yang kompleks. Artikel ini tidak hanya menyajikan jadwal imsakiyah otomatis sesuai lokasi Anda, tetapi juga mengupas tuntas metode perhitungan (hisab) yang digunakan, serta relevansinya dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).
SDG 3 Good Health and Well-being: Puasa sebagai detoksifikasi dan kesehatan mental.
SDG 4 Quality Education: Memahami literasi astronomi dan matematika dalam penentuan waktu ibadah.
Matematika di Balik Penentuan Waktu Sholat
Sebagai mahasiswa atau pemerhati pendidikan matematika, penting untuk memahami bahwa jadwal sholat ditentukan menggunakan konsep Spherical Trigonometry (Trigonometri Bola). Bumi kita berbentuk oblate spheroid, dan posisi matahari relatif terhadap pengamat di bumi berubah setiap detiknya.
Rumus dasar yang digunakan untuk mencari sudut waktu (
Dimana:
(phi) adalah Latitude (Lintang tempat). (delta) adalah Declination (Deklinasi matahari). adalah Altitude (Ketinggian matahari).
Konversi Sudut Waktu ( ) ke Format Jam
Hasil nilai
- Bumi berotasi
dalam waktu 24 jam. - Artinya, setiap 1 jam setara dengan pergeseran
( ).
Maka, nilai
Waktu sholat dihitung relatif terhadap waktu matahari melintasi meridian (Dzuhur/Transit).
Jika waktu sholat terjadi sebelum Dzuhur (seperti Subuh), maka
Normalisasi 0-24 Jam:
Dalam algoritma perhitungan, seringkali hasil operasi matematika menghasilkan nilai negatif (misal: -1 jam, yang berarti pukul 23:00 hari sebelumnya) atau melebihi 24 (misal: 25 jam, yang berarti pukul 01:00 hari berikutnya).
Agar format waktu tetap valid dalam rentang 00:00 hingga 23:59, kita menggunakan operasi matematika modulus:
Rincian Kriteria Tiap Waktu Sholat
-
Subuh (
) & Imsak:
Waktu Subuh dimulai saat Fajar Shadiq muncul. Secara astronomis, Kemenag RI menetapkan parameter matahari berada pada posisi depresiasi 20 derajat di bawah ufuk timur ( ). Waktu Imsak ditentukan 10 menit sebelum Subuh sebagai langkah kehati-hatian (ihtiyat). -
Dzuhur (Meridian Pass):
Waktu Dzuhur dimulai saat matahari tergelincir dari titik kulminasi atas (Zenith). Secara matematis, ini terjadi sesaat setelah matahari melewati garis bujur pengamat. Rumus dasarnya melibatkan Equation of Time (EqT) yang mengoreksi perbedaan antara waktu matahari sejati dan waktu rata-rata jam mekanik kita. (dimana adalah zona waktu dan adalah bujur tempat). -
Ashar (Shadow Length):
Waktu Ashar ditentukan berdasarkan panjang bayangan. Mayoritas ulama (termasuk Syafi'iyah) berpendapat Ashar dimulai saat panjang bayangan benda ( ) sama dengan tinggi benda itu sendiri ( ) ditambah panjang bayangan saat Dzuhur. Rumus mencari ketinggian matahari saat Ashar ( ) adalah: -
Maghrib (
):
Ditandai dengan terbenamnya seluruh piringan matahari di ufuk barat. Secara geometris, pusat matahari sebenarnya berada di bawah ufuk. Dengan memperhitungkan refraksi atmosfer ( ) dan semi-diameter matahari ( ), maka ketinggian matahari saat Maghrib ditetapkan pada: -
Isya (
):
Dimulai saat hilangnya syafaq ahmar (cahaya merah) di langit barat. Kemenag RI menetapkan parameter posisi matahari berada pada 18 derajat di bawah ufuk barat ( ).
Jadwal Imsakiyah Otomatis (Real-Time Location)
📍 Lokasi & Jadwal Hari Ini
Mendeteksi lokasi Anda...
📅 Jadwal 10 Hari Ke Depan
| Tanggal | Imsak | Subuh | Dzuhur | Ashar | Maghrib | Isya |
|---|
Simulasi Visual: Durasi Puasa & Lintang Geografis
Salah satu aplikasi nyata matematika dalam kehidupan adalah memahami bagaimana posisi lintang mempengaruhi panjang hari. Gunakan slider di bawah ini untuk melihat bagaimana posisi matahari dan durasi puasa berubah berdasarkan garis lintang (dari kutub ke khatulistiwa).
Di Khatulistiwa, panjang siang dan malam relatif sama. Semakin menjauh ke utara atau selatan, perbedaan waktu terbit dan terbenam semakin ekstrem.
Pendidikan Berkualitas & Kesehatan (Integrasi SDGs)
Penerapan ilmu falak dalam menentukan jadwal imsakiyah adalah manifestasi nyata dari SDG 4 (Pendidikan Berkualitas). Unesa melalui Prodi S1 Pendidikan Matematika berkomitmen mencetak pendidik yang mampu menjelaskan fenomena alam melalui bahasa matematika.
Selain itu, kedisiplinan waktu sahur dan berbuka mendukung SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera). Penelitian menunjukkan puasa (intermittent fasting) dapat memperbaiki metabolisme, meningkatkan fungsi otak, dan meregenerasi sel imun. Keteraturan jadwal imsakiyah membantu tubuh beradaptasi dengan ritme sirkadian yang baru.
Glosarium
- Imsak
- Waktu menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa, biasanya 10 menit sebelum Subuh.
- Hilal
- Bulan sabit muda pertama yang dapat dilihat setelah terjadinya konjungsi (ijtimak).
- Hisab
- Metode perhitungan astronomis untuk menentukan posisi benda langit.
- Rukyat
- Aktivitas mengamati visibilitas hilal secara langsung atau menggunakan alat optik.
- Zenith
- Titik di angkasa yang berada persis di atas pengamat.
- Deklinasi
- Jarak sudut benda langit dari ekuator langit (positif di utara, negatif di selatan).
- Kementerian Agama Republik Indonesia. (2025). Kriteria Imkanur Rukyat Neo-MABIMS. Jakarta.
- Meeus, J. (1998). Astronomical Algorithms. Willmann-Bell.
- Unesa. (2026). Modul Praktikum Ilmu Falak Pendidikan Matematika. Surabaya.
Keywords: Jadwal Imsakiyah 2026, Jadwal Puasa Ramadan 1447 H, Waktu Sholat Surabaya, Jakarta, Bandung, Rumus Waktu Sholat, Hisab Rukyat, Unesa, S1 Pendidikan Matematika, SDG 3 Good Health, SDG 4 Quality Education.

