Analisis & Prediksi:
Awal Puasa 1 Ramadan 2026
Mengupas Data Kritis 17 Februari 2026: Mengapa Terjadi Perbedaan MABIMS vs Global?
Pendidikan Matematika – Tahun 2026 (1447 Hijriah) menyajikan fenomena astronomi yang sangat menarik untuk dikaji secara matematis. Data menunjukkan terjadinya Ijtimak Ba'da Ghurub (Konjungsi Setelah Matahari Terbenam) pada hari Selasa, 17 Februari 2026. Kondisi ini menghasilkan nilai "Negative Altitude" bagi pengamat di Indonesia, namun nilai positif di belahan bumi lain. Artikel ini akan membedah implikasi geometris tersebut secara mendalam, lengkap, dan transparan.
Analisis Hari Kunci: Selasa, 17 Februari 2026
Titik krusial penentuan awal Ramadan 1447 H terletak pada tanggal 29 Syaban. Berikut adalah data hisab presisi untuk wilayah Indonesia Barat (WIB):
Waktu Sunset (Ghurub): ± 18:15 WIB
⚠️ FENOMENA: IJTIMAK SETELAH SUNSET
Divergensi: MABIMS vs Muhammadiyah
Perbedaan waktu terjadinya Ijtimak dan kriteria yang digunakan (Lokal vs Global) menghasilkan dua prediksi berbeda:
| Metode / Ormas | Prediksi 1 Ramadan | Analisis pada 17 Feb 2026 |
|---|---|---|
| MABIMS (Pemerintah/NU) Visibilitas Lokal |
KAMIS, 19 FEBRUARI 2026 |
Analisis: Karena Ijtimak (19:01) terjadi setelah matahari terbenam (18:15), maka saat Maghrib Bulan Belum Lahir. Konsekuensi: Tinggi bulan negatif ($h < 0^\circ$). Hilal mustahil terlihat. Bulan Syaban digenapkan 30 hari (Istikmal). |
| Muhammadiyah Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) |
RABU, 18 FEBRUARI 2026 |
Analisis: Menggunakan prinsip "Satu Hari Global". Meskipun di Indonesia negatif, di Benua Amerika (yang masih siang/sore) posisi bulan sudah positif setelah konjungsi. Konsekuensi: Syarat bulan baru terpenuhi di belahan bumi lain sebelum fajar di New Zealand. |
*Geser tabel ke samping pada perangkat mobile untuk melihat lebih banyak.
Perspektif Matematika: Analisis "Negative Altitude"
Bagian ini sangat penting bagi akademisi. Kita akan membedah mengapa ketinggian bulan bisa bernilai negatif ($h < 0^\circ$) menggunakan Persamaan Transformasi Koordinat Bola.
RUMUS KETINGGIAN HILAL ($h$)
Lokasi kita di permukaan Bumi.
Posisi lintang Bulan di bola langit.
Selisih waktu transit benda langit.
Pada kasus 17 Februari 2026, karena $t_{ijtimak} > t_{sunset}$, maka nilai Sudut Jam ($H$) menyebabkan komponen $\cos H$ mereduksi nilai total sinus.
Hasil Akhir: $h \approx -2^\circ$
Implikasi Himpunan Penyelesaian ($\mathbb{S}$):
Syarat MABIMS: $h \ge 3^\circ$.
Karena $-2^\circ < 3^\circ$, maka $\mathbb{S} = \emptyset$ (Himpunan Kosong).
Secara geometris, vektor posisi bulan menembus ke dalam cakrawala bumi (tertutup kelengkungan bumi).
Simulasi Interaktif: Posisi Bulan di Bawah Ufuk
Gunakan slider di bawah ini untuk memvisualisasikan posisi bulan pada tanggal 17 Februari 2026. Perhatikan garis hijau (Horizon) sebagai batas keterlihatan.
*Geser ke kanan > 3 derajat untuk melihat syarat minimal MABIMS.

