MASTERI PENALARAN UMUM (PU) SNBT
Panduan Komprehensif: Logika, Analisis, Kuantitatif, & Strategi Penyelesaian HOTS
Penalaran Umum (PU) SNBT menuntut Higher Order Thinking Skills (HOTS). Artikel ini tidak hanya membahas rumus hafalan, tetapi membedah pola pikir analitis mendalam yang sering menjebak peserta ujian.
1. Logika Deduktif (Penarikan Kesimpulan)
Soal SNBT terkini jarang menggunakan silogisme sederhana "Semua A adalah B". Soal sering kali disajikan dalam bentuk paragraf atau kalimat majemuk bertingkat.
Rumus Kunci:
- Modus Ponens: Jika
benar dan P terjadi, maka Q terjadi.
- Modus Tollens: Jika
benar dan Q TIDAK terjadi (
), maka P TIDAK terjadi (
).
- Ekuivalensi (Kontraposisi): Pernyataan
setara maknanya dengan
.
Premis 2: Jika biaya distribusi logistik meningkat, maka harga barang pokok di pasar ikut naik.
Fakta: Saat ini, harga barang pokok di pasar stabil (tidak naik).
Simpulan yang sah adalah...
A. Harga BBM naik sedikit, namun pasokan lancar.
B. Biaya distribusi logistik meningkat, tetapi pedagang menahan harga.
C. Harga BBM tidak naik dan pasokan tidak terhambat.
D. Harga BBM naik, tapi biaya transportasi tetap.
E. Tidak dapat ditarik kesimpulan karena data tidak lengkap.
1. Susun pola logika dengan variabel:
2. Struktur Premis:
P1:
P2:
Kesimpulan Rantai:
3. Fakta Soal:
4. Modus Tollens:
Karena akibat (
Negasi dari
5. Artinya: BBM Tidak Naik DAN Pasokan Tidak Terhambat.
Jawaban: C
2. Logika Kombinatorik (Batasan & Aturan)
Soal ini biasanya berbentuk cerita dengan aturan ketat ("Wajib", "Hanya boleh", "Tidak mungkin"). Metode terbaik adalah Eliminasi Opsi. Jangan mencoba menghitung semua kemungkinan dari awal, tapi ujilah setiap pilihan jawaban (A sampai E) ke dalam aturan soal. Jika melanggar satu aturan saja, opsi itu salah.
1. Setiap amplop wajib berisi tepat 3 lembar uang kertas.
2. Pecahan yang tersedia hanya Rp2.000, Rp5.000, dan Rp10.000.
Manakah jumlah uang berikut yang TIDAK MUNGKIN ada di dalam sebuah amplop?
A. Rp9.000
B. Rp11.000
C. Rp17.000
D. Rp22.000
E. Rp12.000
Kita cek setiap opsi dengan mencari kombinasi 3 lembar (X + Y + Z):
- A (9rb): 2.000 + 2.000 + 5.000 = 9.000 (MUNGKIN).
- C (17rb): 10.000 + 5.000 + 2.000 = 17.000 (MUNGKIN).
- E (12rb): 5.000 + 5.000 + 2.000 = 12.000 (MUNGKIN).
- D (22rb): Apakah mungkin? Coba: 10.000 + 10.000 + 2.000 = 22.000 (MUNGKIN).
- B (11rb): Mari kita bedah:
* Jika pakai 1 lembar 10rb: Sisa 1rb. Tidak ada pecahan 1rb.
* Jika pakai 0 lembar 10rb (maksimal 5rb): 5rb + 5rb + ? (Sisa 1rb, gagal). 5rb + 2rb + ? (Sisa 4rb, butuh 2 lembar lagi, total jadi 4 lembar).
Kesimpulan: Rp11.000 mutlak tidak bisa dibentuk dengan 3 lembar.
Jawaban: B
3. Penalaran Analitis (Posisi & Urutan)
Otak manusia sulit memproses urutan kompleks tanpa alat bantu. Wajib menggambar sketsa!
- Meja Bundar: Gambar lingkaran dengan titik-titik jam (12, 3, 6, 9). Tentukan satu orang sebagai "jangkar" (misal A di jam 6) agar posisi Kiri/Kanan konsisten.
- Urutan Linear: Gunakan garis lurus atau simbol matematika (A > B > C).
1. P duduk berhadapan dengan T.
2. R duduk di antara P dan U.
3. S duduk tepat di sebelah kiri T.
Siapakah yang duduk berhadapan dengan R?
A. S
B. Q
C. U
D. T
E. P
1. Gambar Lingkaran: Buat 6 titik.
2. Jangkar: Taruh P di posisi bawah (jam 6) dan T di atas (jam 12) karena mereka berhadapan.
3. Analisis Kiri T: Bayangkan Anda adalah T yang menghadap ke meja (menghadap bawah). Tangan kiri Anda ada di posisi jam 2. Maka S ada di jam 2.
4. Posisi R: "R di antara P dan U". P ada di jam 6. Tetangganya adalah jam 4 dan jam 8.
- Jika R di jam 4, maka U harus di jam 2. TAPI jam 2 sudah diisi S. (Gagal).
- Maka R harus di jam 8, dan U di jam 10.
5. Isi Sisa: Posisi jam 4 kosong, diisi Q.
6. Cari Lawan R: R ada di jam 8. Lawan arahnya (seberang) adalah jam 2. Siapa di jam 2? S.
Jawaban: A (S)
4. Penalaran Induktif (Argumen & Sebab-Akibat)
Anda akan diberi argumen yang mengandung hubungan Sebab
- Memperlemah (Weaken): Cari fakta yang memutus rantai tersebut. Tunjukkan bahwa "Sebab terjadi, tapi Akibat tidak muncul" atau "Ada penyebab lain".
- Memperkuat (Strengthen): Cari fakta yang menjelaskan mengapa sebab itu menghasilkan akibat (mekanisme) atau menghilangkan kemungkinan penyebab lain.
Manakah pernyataan yang paling MEMPERLEMAH argumen tersebut?
A. Tagihan listrik karyawan di rumah meningkat drastis.
B. Laporan menunjukkan banyak karyawan WFH bekerja sambil menonton TV sehingga target pekerjaan sering tidak tercapai.
C. Perusahaan menghemat biaya sewa gedung.
D. Karyawan merasa memiliki waktu lebih banyak untuk keluarga.
E. Koneksi internet di rumah karyawan seringkali lebih cepat dari kantor.
Inti Argumen: WFH
Kita harus mencari bukti bahwa WFH justru menurunkan produktivitas atau tidak berkorelasi.
- Opsi A (Listrik): Masalah biaya pribadi, tidak langsung ke produktivitas kerja.
- Opsi C & D: Malah mendukung sisi positif WFH.
- Opsi B: Menyatakan fakta langsung bahwa "target tidak tercapai" (tidak produktif) karena gangguan di rumah. Ini serangan langsung pada klaim produktivitas.
Jawaban: B
5. Pola Bilangan (Larik & Bertingkat)
Pola bilangan di tes potensi skolastik jarang yang sederhana (+1, +2, +3). Waspadai pola berikut:
1. Larik Ganda: Suku ganjil (1, 3, 5) punya pola sendiri, suku genap (2, 4, 6) punya pola sendiri.
2. Bertingkat: Selisih antar angka tidak konstan, tapi selisih dari selisihnya yang konstan.
3. Fibonacci: Angka ketiga adalah hasil penjumlahan dua angka sebelumnya (1, 1, 2, 3, 5, 8...).
Angka selanjutnya adalah...
A. 384
B. 1/9
C. 12
D. 48
E. 50
Jika dilihat berurutan (9 ke 3 ke 3 ke 24), polanya acak. Coba pecah jadi dua larik (lompat satu):
- Larik Ganjil (Posisi 1, 3, 5, 7): 9
- Larik Genap (Posisi 2, 4, 6, 8): 3
Yang ditanyakan adalah suku ke-9 (Posisi Ganjil).
Maka ikuti pola ganjil:
Jawaban: B
6. Interpretasi Data Grafik & Tabel
Bagian ini menguji kemampuan Anda menerjemahkan data visual menjadi informasi verbal atau angka. Banyak peserta yang "bisa membaca" tapi "salah menafsirkan". Berikut adalah materi lengkapnya agar Anda paham konsep dasarnya.
A. Konsep: 3 Level Analisis Grafik
- Level 1: Identifikasi (Membaca Data)
Lihat Judul, Sumbu X (Horizontal), Sumbu Y (Vertikal), dan Satuan. Apakah satuan dalam ribuan? Jutaan? Persen? Kesalahan membaca satuan adalah fatal. - Level 2: Komparasi (Membandingkan Data)
Cari nilai ekstrem: Mana yang tertinggi? Mana yang terendah? Di mana lonjakan paling tajam? - Level 3: Proyeksi & Hitungan (Mengolah Data)
Hitung selisih (delta), rata-rata, atau persentase kenaikan. Jangan hanya menebak "sepertinya naik 2x lipat", tapi hitung angkanya.
B. Rumus Kunci: Persentase Perubahan
Ingat: Pembaginya selalu "Nilai Awal" (tahun sebelumnya), bukan nilai akhir.
Grafik Impor Beras (2018-2021)
Silakan sentuh/hover batang untuk melihat angka detail.
Data Ringkas: 2018 (20), 2019 (30), 2020 (15), 2021 (40)
A. Impor selalu mengalami kenaikan setiap tahun.
B. Penurunan terbesar terjadi pada periode 2019-2020.
C. Kenaikan terbesar terjadi pada periode 2018-2019.
D. Impor tahun 2021 tepat dua kali lipat impor tahun 2020.
E. Rata-rata impor selama 4 tahun tersebut adalah 30 juta ton.
- Opsi A (Salah): Grafik tidak selalu naik. Dari 2019 ke 2020 terjadi penurunan (dari 30 ke 15).
- Opsi B (Benar): Mari kita hitung selisih penurunannya.
- 2019 ke 2020:juta ton.
Ini adalah satu-satunya periode penurunan dan nilainya signifikan (turun 50%). - Opsi C (Salah): Kita bandingkan kenaikannya:
- 2018 ke 2019:juta ton.
- 2020 ke 2021:juta ton.
Jadi, kenaikan terbesar ada di 2020-2021 (25 juta), bukan 2018-2019. - Opsi D (Salah - Jebakan Presisi):
Impor 2020 = 15. Impor 2021 = 40.
Dua kali lipat dari 15 adalah 30. Sedangkan 40 jauh lebih besar dari 30. Jadi pernyataan "tepat dua kali lipat" salah. - Opsi E (Salah - Hitung Rata-rata):
Rumus:
Total =.
Rata-rata =. Bukan 30.
7. Operasi Bilangan Terdefinisi
Soal ini menggunakan simbol buatan (seperti #, @, $, atau
A. 2
B. 4
C. 6
D. 8
E. 10
Identifikasi variabel:
Masukkan ke rumus:
Jawaban: A
8. Kesesuaian Pernyataan & Analogi
Bagian ini sering dianggap "bonus" karena tanpa hitungan, tapi justru penuh jebakan logika. Kuncinya bukan pada "perasaan", melainkan aturan logika yang pasti. Kita akan membedah dua sub-topik utama.
A. Analogi Kata (Padanan Hubungan)
Jangan hanya menebak. Buatlah kalimat spesifik dengan rumus:
"Jika Kata A memiliki hubungan X dengan Kata B, maka Kata C harus memiliki hubungan X yang persis sama dengan Kata D."
Tabel Pola Hubungan Wajib Tahu:
| Jenis Hubungan | Contoh | Analisis Logika |
|---|---|---|
| Sebab - Akibat | Kuman : Penyakit | Kuman menyebabkan potensi penyakit. |
| Fungsi | Telinga : Mendengar | Telinga digunakan untuk mendengar. |
| Derajat | Hangat : Panas | Panas lebih intens dari hangat. (Awas terbalik!) |
A. Topi : Kepala
B. Cincin : Jari
C. Telinga : Anting
D. Meja : Taplak
Banyak yang terkecoh memilih A atau B karena "benda & tempatnya".
Gunakan kalimat penghubung spesifik: "Kaki (objek) dilindungi/ditutup oleh Sepatu (benda)."
Uji pilihan:
- A. Topi dilindungi Kepala? (Terbalik).
- B. Cincin dilindungi Jari? (Salah, cincin hiasan).
- D. Meja dilindungi Taplak? (Benar, taplak menutup meja).
Secara fungsi "penutup/pelindung", D paling tepat.
Jawaban: D
B. Kesesuaian Pernyataan (Silogisme)
- Semua + Semua = Semua
(Semua A=B, Semua B=CSemua A=C)
- Ada "Sebagian" = "Sebagian"
Jika salah satu premis mengandung "Sebagian/Beberapa", kesimpulan pasti "Sebagian/Beberapa". - Premis Negatif
Jika ada kata "Tidak", kesimpulan biasanya negatif.
Premis 2: Sebagian dokter adalah anggota asosiasi profesi.
Kesimpulan yang sah adalah...
Premis 1 = Universal (Semua).
Premis 2 = Partikular (Sebagian).
Rumus: Universal + Partikular = Partikular.
Sebagian dokter masuk lingkaran "Anggota Asosiasi", dan semua anggota asosiasi masuk lingkaran "Hadir Rapat". Maka, sebagian dokter itu terseret masuk lingkaran Hadir Rapat.
Kesimpulan: Sebagian dokter harus hadir dalam rapat.
P2: Jalanan basah.
Kesimpulan?
Rumus: P
Fakta: Q terjadi.
Apakah P pasti terjadi? TIDAK.
Jalanan basah bisa karena disiram air, bukan cuma hujan. Jangan membalik logika.
Kesimpulan: Tidak dapat ditarik kesimpulan (kecuali ada opsi 'Mungkin').
🧠SIMULASI UJIAN (HOTS MODE)
Latih ketajaman logika Anda tanpa batas. Soal di bawah ini diadaptasi dari standar SNBT yang menuntut analisis, bukan sekadar hafalan.

