Merancang Skala Sempurna: Miniatur Gemini AI
Dalam era digital, upaya untuk menciptakan pembelajaran matematika yang relevan dan menarik menjadi kunci keberhasilan. Salah satu pendekatan inovatif dalam kerangka Kurikulum Merdeka adalah merancang modul ajar yang mengintegrasikan teknologi dan kreativitas. Modul ajar matematika SMP ini mengangkat konteks perbandingan dan skala melalui proyek "Merancang Miniatur Gemini AI". Siswa diajak untuk menerapkan konsep perbandingan untuk mengubah dimensi sebuah server AI berskala besar menjadi sebuah model miniatur yang presisi.
Melalui pendekatan berbasis proyek ini, siswa tidak hanya belajar menghitung skala secara mekanis, tetapi juga mengasah kemampuan bernalar kritis, pemecahan masalah, dan kreativitas. Mereka akan bekerja dalam tim untuk merancang sebuah prototipe, memperhitungkan kebutuhan material, dan mempresentasikan hasil karya mereka. Modul ini dirancang untuk menjadi perangkat pembelajaran yang holistik, memperkuat kompetensi numerasi dan literasi sekaligus menumbuhkan karakter Profil Pelajar Pancasila.
Berikut adalah contoh Modul untuk Sekolah Menengah Pertama:
MODUL AJAR
Merancang Skala Sempurna: Miniatur Gemini AI
Fase D / Kelas VII - IX Sekolah Menengah Pertama
Mata Pelajaran Target:
Matematika (Perbandingan dan Skala), Prakarya (Rekayasa)
Alokasi Waktu:
2 Pertemuan (2 x 80 menit)
Elemen Lintas Kurikulum (P5):
- P5 Bernalar Kritis
- P5 Gotong Royong
- P5 Kreatif
A. INFORMASI UMUM
-
Identitas Penulis Modul:
(Nama Guru)
-
Kompetensi Prasyarat:
- Siswa memahami operasi dasar perkalian dan pembagian bilangan bulat dan desimal.
- Siswa mengenal satuan ukur panjang (cm, m) dan cara mengonversinya.
-
Profil Pelajar Pancasila yang Relevan:
- Bernalar Kritis: Menganalisis masalah, mengolah informasi (dimensi asli dan skala), menerapkan konsep perbandingan untuk mendapatkan solusi (dimensi miniatur), dan merefleksikan keakuratan hasil.
- Gotong Royong: Berkolaborasi dalam kelompok untuk berbagi tugas, mendiskusikan ide, dan menyatukan hasil perhitungan untuk menghasilkan sebuah rancangan miniatur yang koheren.
- Kreatif: Menghasilkan gagasan orisinal dalam merancang dan memvisualisasikan model miniatur berdasarkan perhitungan matematis, serta menemukan cara terbaik untuk mempresentasikannya.
-
Sarana dan Prasarana:
- Ruang kelas yang mendukung kerja kelompok
- Papan tulis dan spidol
- Proyektor (opsional) untuk menampilkan gambar server AI
- Lembar Kerja Siswa (LKS)
- Alat ukur (penggaris), kalkulator
- Kertas gambar/kertas milimeter blok
- Bahan pembuatan model (kardus, plastisin, atau lainnya) (opsional)
-
Target Peserta Didik:
Siswa reguler/tipikal.
-
Model Pembelajaran:
Project-Based Learning (PjBL) dengan pendekatan Deep Learning.
B. KOMPONEN INTI
1. Tujuan Pembelajaran (Fokus Deep Learning)
Pertemuan 1: Memahami & Menerapkan
- Siswa membangun pemahaman mendalam tentang konsep perbandingan dan skala dalam konteks desain dan rekayasa.
- Siswa menerapkan konsep skala untuk menghitung secara akurat dimensi miniatur dari sebuah objek berskala besar.
- Siswa menganalisis data (dimensi asli) dan menggunakan rasio (skala) untuk memecahkan masalah desain.
- Siswa menumbuhkan ketelitian dan apresiasi terhadap presisi dalam pengukuran dan perhitungan.
Pertemuan 2: Menerapkan, Mengevaluasi & Mencipta
- Siswa menerapkan perhitungan skala mereka untuk merancang dan membuat sketsa teknis dari miniatur AI.
- Siswa mengevaluasi rancangan mereka, mempertimbangkan proporsi dan kelayakan teknis.
- Siswa merefleksikan bagaimana matematika (skala) menjadi fondasi penting dalam proses kreatif dan rekayasa.
- Siswa secara kreatif mengkomunikasikan ide, proses perhitungan, dan hasil akhir rancangan mereka secara visual dan lisan.
2. Prinsip Deep Learning yang Terintegrasi:
- Meaningful: Menghubungkan konsep abstrak skala dengan tugas nyata yang relevan dengan teknologi masa kini (AI), membuat siswa memahami "mengapa" mereka mempelajari ini.
- Joyful: Mengemas pembelajaran dalam proyek yang kreatif dan kolaboratif, di mana siswa bisa melihat hasil nyata dari perhitungan mereka dalam bentuk sebuah desain miniatur.
- Mindful: Mendorong siswa untuk secara sadar merencanakan proses kerja mereka, mulai dari memahami masalah, menghitung, mendesain, hingga merefleksikan hasil.
3. Pemahaman Bermakna:
- Perbandingan dan skala adalah alat matematika fundamental yang digunakan arsitek, desainer, dan insinyur untuk merepresentasikan objek dunia nyata dalam ukuran yang dapat dikelola.
- Keakuratan dalam perhitungan skala menentukan apakah sebuah model atau miniatur akan menjadi representasi yang proporsional dan realistis dari objek aslinya.
- Setiap desain yang hebat, dari gedung pencakar langit hingga chip komputer, dimulai dengan penerapan matematika yang tepat.
4. Pertanyaan Pemandu:
Pertemuan 1:
- Mengapa penting untuk menggunakan skala saat membuat miniatur? Apa yang akan terjadi jika kita hanya menebak-nebak ukurannya?
- Bagaimana cara matematika memastikan setiap bagian dari miniatur kita akan terlihat pas dan proporsional?
Pertemuan 2:
- Bagaimana perhitungan yang akurat di awal dapat menghemat waktu dan bahan di tahap pembuatan?
- Informasi apa saja yang paling penting untuk dicantumkan dalam sebuah rancangan agar orang lain dapat memahami ide kita?
5. Informasi Kontekstual yang Diberikan kepada Siswa:
Tim kalian adalah kelompok desainer junior yang mendapat tugas rahasia untuk membuat model miniatur dari "Server Pusat Gemini AI". Model ini akan digunakan untuk presentasi di hadapan para investor. Kalian harus memastikan model tersebut akurat dan proporsional.
- Skala yang Ditetapkan: 1:20
- Dimensi Asli Server Rack Utama:
- Tinggi: 200 cm
- Lebar: 60 cm
- Kedalaman: 100 cm
- Komponen Internal Utama (dalam Server Rack):
- Modul Prosesor AI (berbentuk kotak): Lebar 50 cm, Tinggi 20 cm, Kedalaman 90 cm
- Unit Pendingin Cair (berbentuk tabung): Diameter 10 cm, Tinggi 180 cm
Catatan Guru:
Skala 1:20 dipilih agar ukuran miniatur cukup besar untuk dikerjakan (tinggi miniatur 10 cm) tetapi tetap menantang. Guru dapat menyederhanakan komponen internal atau mengubah skala (misal: 1:10 untuk model lebih besar atau 1:25 untuk lebih kecil) untuk diferensiasi sesuai kemampuan siswa.
- Tantangan Tambahan:
- Tugas kalian adalah menghitung semua dimensi miniatur (dalam cm) untuk Server Rack dan dua komponen utamanya.
- Kalian juga harus membuat sketsa tampak depan dan tampak samping dari miniatur server tersebut.
C. KEGIATAN PEMBELAJARAN
PERTEMUAN 1: Memahami dan Menerapkan Skala
(Estimasi waktu: 2 x 40 menit / 3 JP)
1. Pendahuluan (15 menit) - Keterlibatan
- Guru membuka pelajaran dengan salam, doa, dan menanyakan kabar siswa.
- Diskusi Awal (Joyful & Mindful): Guru menunjukkan gambar-gambar miniatur (mobil, rumah, tokoh aksi) dan bertanya:
- "Apa yang membuat miniatur ini terlihat bagus dan nyata? Bagaimana pembuatnya tahu ukuran yang tepat untuk setiap detail?"
- Penyajian Masalah (Meaningful): Guru menyajikan proyek.
- "Hari ini, kalian akan menjadi tim desainer yang bertugas merancang miniatur server Gemini AI. Tantangan pertamanya adalah: bagaimana kita mengubah ukuran asli yang sangat besar menjadi model kecil yang akurat menggunakan matematika?"
- Guru menjelaskan tujuan pembelajaran sesi ini: memahami dan menerapkan skala untuk menghitung dimensi miniatur.
2. Kegiatan Inti (55 menit) - Memahami & Menerapkan
- Aktivitas 1: "Dekripsi Skala" (30 menit)
- Siswa dibagi menjadi kelompok dan diberi Lembar Kerja 1 (LKS 1) berisi data dimensi asli server dan skala 1:20.
- Tugas (Mindful): "Dengan skala 1:20, hitunglah tinggi, lebar, dan kedalaman miniatur untuk setiap komponen. Tuliskan cara perhitungan kalian!"
- Tinggi Miniatur Rack = 1/20 x 200 cm = ... cm
- Lebar Miniatur Rack = 1/20 x 60 cm = ... cm
- dan seterusnya untuk semua komponen...
- Guru berkeliling, memfasilitasi diskusi, dan memastikan semua siswa memahami cara kerja skala (membagi ukuran asli dengan penyebut skala).
- Aktivitas 2: Verifikasi Proporsi (15 menit)
- Tugas (Meaningful): "Sekarang, bandingkan hasil perhitungan kalian. Apakah modul prosesor miniatur masih muat di dalam server rack miniatur? Cek dengan membandingkan ukuran miniatur keduanya."
- Siswa membandingkan hasil perhitungan mereka untuk memastikan proporsinya masuk akal.
- Diskusi Kelas/Asesmen Formatif (10 menit)
- Beberapa kelompok mempresentasikan hasil perhitungan mereka di papan tulis.
- Guru mengklarifikasi miskonsepsi dan memperkuat pemahaman konsep skala sebagai bentuk perbandingan.
3. Penutup (10 menit)
- Siswa dan guru menyimpulkan bahwa skala adalah kunci untuk membuat model yang proporsional.
- Refleksi Singkat (Mindful): "Apa bagian tersulit dari menghitung skala hari ini? Mengapa ketelitian sangat penting dalam proses ini?"
- Guru memberikan pratinjau sesi berikutnya: mengubah angka-angka ini menjadi sebuah desain visual.
PERTEMUAN 2: Menerapkan Desain dan Refleksi
(Estimasi waktu: 2 x 40 menit / 3 JP)
1. Pendahuluan (10 menit) - Ulasan & Penyiapan Proyek
- Guru membuka sesi dan melakukan apersepsi.
- Ulasan (Mindful): Guru meminta siswa menyebutkan kembali beberapa dimensi miniatur kunci yang telah dihitung pada Pertemuan 1.
- Penyajian Masalah Baru (Meaningful):
- "Kalian sudah punya semua ukurannya. Sekarang, bagaimana cara kita menunjukkan rancangan ini kepada orang lain agar mereka paham? Tugas kalian hari ini adalah membuat 'Blueprint' atau sketsa teknis dari miniatur server AI kalian!"
2. Kegiatan Inti (60 menit) - Menerapkan & Mencipta
- Aktivitas 1: Perancangan Blueprint (40 menit)
- Siswa tetap dalam kelompoknya dan menerima Lembar Kerja 2 (LKS 2) serta kertas gambar/milimeter blok.
- Tugas Kelompok (Joyful & Kreatif): "Gunakan penggaris dan hasil perhitunganmu untuk menggambar sketsa teknis miniatur server AI. Buatlah gambar tampak depan dan tampak samping. Jangan lupa cantumkan semua ukuran (dimensi miniatur) yang sudah kalian hitung pada gambar tersebut!"
- Guru mendorong siswa untuk bekerja sama, membagi tugas menggambar dan memberi label ukuran.
- Aktivitas 2: Galeri Karya dan Presentasi (20 menit)
- Setiap kelompok memajang hasil karyanya di dinding kelas.
- Siswa melakukan "gallery walk", di mana mereka berkeliling untuk melihat dan memberi komentar positif pada karya kelompok lain.
- Diskusi Kelas Terbimbing (Meaningful & Mindful): Guru memandu diskusi:
- "Apa tantangan saat mengubah angka hasil perhitungan menjadi sebuah gambar?"
- "Mengapa mencantumkan ukuran pada gambar sangat penting?"
- "Bagaimana matematika membantu kalian menjadi lebih kreatif dan terstruktur dalam proyek ini?"
3. Penutup (10 menit)
- Penguatan (Meaningful): Guru menekankan bahwa mereka baru saja melakukan apa yang dilakukan oleh para profesional: menggunakan matematika sebagai bahasa universal untuk desain dan rekayasa.
- Refleksi Tertulis Individu (Mindful): Siswa menulis refleksi singkat:
- "Setelah proyek ini, di mana lagi kamu bisa melihat penerapan skala dalam kehidupan sehari-hari? Bagaimana perasaanmu bisa merancang sesuatu dengan perhitungan yang akurat?"
- Sesi diakhiri dengan apresiasi terhadap semua karya siswa, doa, dan salam.
D. ASESMEN
-
Asesmen Diagnostik (Awal):
Tanya jawab singkat di awal Pertemuan 1 tentang perkalian, pembagian, dan satuan ukur.
-
Asesmen Formatif (Selama Proses):
- Observasi keaktifan siswa dalam diskusi kelompok.
- Pengecekan hasil perhitungan pada LKS 1 saat guru berkeliling.
- Tanya jawab selama proses perancangan sketsa.
-
Asesmen Sumatif (Akhir Modul):
- Penilaian Produk Kelompok: Hasil akhir LKS 2 (sketsa teknis/blueprint).
Rubrik: Akurasi perhitungan skala yang tertera, kejelasan dan kerapian gambar, kelengkapan label ukuran, proporsionalitas gambar.
- Penilaian Tertulis Individu: Jawaban pada lembar refleksi akhir.
Rubrik: Kedalaman refleksi, kemampuan menghubungkan konsep skala dengan aplikasi dunia nyata.
- Penilaian Produk Kelompok: Hasil akhir LKS 2 (sketsa teknis/blueprint).
E. LAMPIRAN
1. Lembar Kerja Siswa (LKS)
-
Lembar Kerja 1: Menghitung Dimensi Miniatur
Berisi tabel data dimensi asli Server Rack, Modul Prosesor, dan Unit Pendingin.
Kolom kosong bagi siswa untuk menuliskan proses perhitungan dan hasil akhir dimensi miniatur dalam cm.
-
Lembar Kerja 2: Merancang Blueprint Miniatur
Area kosong (kertas gambar) untuk sketsa.
Instruksi untuk kelompok:
- Gambarkan sketsa tampak depan dan samping dari miniatur server.
- Gunakan penggaris agar gambar rapi dan presisi.
- Beri label yang jelas untuk setiap bagian (misal: "Server Rack", "Unit Pendingin").
- Tuliskan ukuran (tinggi, lebar, dll. dalam cm) pada setiap bagian di gambar sesuai hasil perhitunganmu.
2. Materi Bacaan Guru (Opsional)
- Artikel singkat tentang pentingnya skala dalam arsitektur dan desain produk.
- Contoh-contoh blueprint atau gambar teknis sederhana.
3. Rubrik Penilaian (Contoh)
Rubrik Blueprint (Produk Kelompok)
| Aspek | Skor 4 (Sangat Baik) | Skor 3 (Baik) | Skor 2 (Cukup) | Skor 1 (Kurang) |
|---|---|---|---|---|
| Akurasi Perhitungan Skala | Semua ukuran pada gambar akurat sesuai perhitungan skala. | Terdapat 1-2 kesalahan kecil dalam penulisan ukuran. | Terdapat beberapa kesalahan ukuran. | Sebagian besar ukuran tidak akurat. |
| Kejelasan & Kerapian Gambar | Gambar sangat jelas, rapi, proporsional, dan mudah dipahami. | Gambar jelas dan cukup rapi. | Gambar kurang rapi atau sulit dipahami. | Gambar tidak jelas dan tidak rapi. |
| Kelengkapan Label | Semua bagian dan ukuran diberi label dengan lengkap dan benar. | Hampir semua bagian diberi label. | Banyak label yang hilang atau salah. | Tidak ada label pada gambar. |
| Kerja Sama Tim (Observasi) | Semua anggota aktif & berkontribusi. | Sebagian besar anggota aktif. | Beberapa anggota kurang aktif. | Hanya 1-2 anggota yang bekerja. |
Rubrik Refleksi Individu
| Aspek | Skor 4 (Sangat Baik) | Skor 3 (Baik) | Skor 2 (Cukup) | Skor 1 (Kurang) |
|---|---|---|---|---|
| Keterkaitan Konsep | Menunjukkan pemahaman mendalam tentang relevansi skala di dunia nyata dengan contoh spesifik. | Menunjukkan pemahaman tentang relevansi skala di dunia nyata. | Menunjukkan pemahaman terbatas. | Gagal menunjukkan pemahaman. |
| Ekspresi Pengalaman Belajar | Mengekspresikan perasaan dan pengalaman belajar selama proyek dengan jelas dan reflektif. | Mengekspresikan perasaan dan pengalaman belajar secara memadai. | Ekspresi tidak jelas. | Tidak ada ekspresi pengalaman. |
Keywords: Modul Ajar Matematika SMP, Kurikulum Merdeka, Perbandingan dan Skala, Project-Based Learning, P5, Gemini AI, Pembelajaran Kontekstual, Numerasi, Bernalar Kritis, Desain Miniatur, Pembelajaran Berbasis Proyek, Fase D.

