Bencana Hidrometeorologi & Analisis Data: Update Banjir Sumatera 2025
Laporan Tanggap Darurat
Curah hujan ekstrem yang mengguyur wilayah Sumatera (Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat) pada awal Desember 2025 telah memicu bencana banjir bandang dan longsor yang masif. Kejadian ini memberikan konteks nyata bagi mahasiswa pendidikan matematika untuk menerapkan ilmu statistika kebencanaan dan pemodelan debit air dalam mitigasi risiko.
📊 Validasi Data Dampak Bencana (Sumber: BNPB)
Berdasarkan rekapitulasi data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 2 Desember 2025, eskalasi dampak bencana tercatat sebagai berikut:
| Indikator | Jumlah Data | Detail Keterangan |
|---|---|---|
| Korban Meninggal | 604 Jiwa | Tersebar di 3 Provinsi (Aceh, Sumut, Sumbar) |
| Korban Hilang | 468 Jiwa | Proses pencarian SAR terus berlangsung |
| Rumah Rusak Berat | 3.500 Unit | Hanyut, tertimbun lumpur, atau roboh |
| Fasilitas Pendidikan | 282 Unit | Gedung sekolah tidak dapat digunakan |
| Total Pengungsi | 570.000+ Jiwa | Titik pengungsian di 50 Kabupaten/Kota |
🧮 Analisis Matematis: Variabel Penyebab Banjir
Selain faktor curah hujan, alih fungsi lahan di hulu sungai menjadi faktor pengali debit banjir yang signifikan. Kita dapat menggunakan Rumus Metode Rasional untuk melihat hubungan antar variabel ini:
Keterangan Variabel:
-
: Debit Puncak Banjir (
)
-
: Koefisien Limpasan (Indikator kesehatan tanah/hutan)
-
: Intensitas Hujan rata-rata (
)
-
: Luas Daerah Aliran Sungai (
)
🎚️ Simulasi Visual: Deforestasi & Debit Air
Geser slider ke kanan untuk melihat bagaimana perubahan hutan lebat menjadi lahan gundul (Kenaikan nilai C) berdampak langsung pada kenaikan debit air.
📝 Kuis Literasi Bencana & Numerasi
Sedang memuat soal...

