Inti Bumi Sempat Berhenti Berputar Kemudian Berbalik Arah
Analisis Studi Nature Geoscience: Mengupas Fenomena Osilasi Planet dan Momentum Sudut
Pada awal tahun 2023, komunitas sains global menyoroti publikasi riset dalam jurnal bergengsi Nature Geoscience. Dua peneliti dari Universitas Peking, Yi Yang dan Xiaodong Song, memaparkan hasil analisis data gelombang seismik yang dikumpulkan selama beberapa dekade. Temuan mereka mengungkap fakta menarik: inti dalam Bumi (inner core) terindikasi mengalami jeda dalam rotasinya relatif terhadap mantel Bumi sekitar tahun 2009, dan kini sedang dalam fase berbalik arah.
Informasi ini perlu dipahami secara utuh agar tidak menimbulkan kekeliruan interpretasi bahwa Bumi akan berhenti berputar. Faktanya, fenomena ini adalah siklus alami internal planet. Bagi lingkungan akademik, khususnya Program Studi Pendidikan Matematika, peristiwa ini menyajikan laboratorium raksasa untuk mempelajari aplikasi nyata dari fungsi periodik dan hukum kekekalan fisika dalam skala makro.
Memahami Relativitas: Analogi Jalan Tol
Sangat penting untuk memahami konteks kata "berhenti" dalam studi ini. Inti Bumi tidak mengerem mendadak hingga diam total. Pergerakan ini bersifat relatif terhadap permukaan Bumi (mantel).
Bayangkan Anda sedang mengemudikan Mobil A (Mantel Bumi) di jalan tol dengan kecepatan konstan 1.000 km/jam ke Timur. Di jalur sebelah, ada Mobil B (Inti Bumi).
-
Fase Super-rotasi (Maju):
Jika Mobil B melaju 1.005 km/jam, dari jendela Anda, Mobil B terlihat bergerak maju menyalip Anda. -
Fase Stasioner (Jeda):
Jika Mobil B melambat menjadi 1.000 km/jam, ia akan tampak "diam" di samping jendela Anda, padahal kalian berdua masih melaju sangat cepat. Inilah momen tahun 2009. -
Fase Sub-rotasi (Mundur):
Jika Mobil B melambat lagi menjadi 995 km/jam, ia akan terlihat "mundur" menjauhi Anda, padahal ia masih bergerak ke depan, hanya saja lebih lambat dari Anda.
Visualisasi Data: Grafik Siklus 70 Tahun
Grafik simulasi berikut menunjukkan hubungan terbalik (invers) antara kecepatan rotasi inti (Garis Biru) dan efeknya terhadap panjang hari (Garis Oranye Putus-putus).
Simulasi Visual Interaktif
Geser slider di bawah ini untuk melihat simulasi pergerakan inti relatif terhadap mantel.
DALAM
FASE JEDA (STASIONER)
Kecepatan inti = kecepatan mantel.
Dampak Fenomena Bagi Kehidupan
Meskipun terjadi jauh di dalam Bumi, efek dinamika ini merambat hingga ke permukaan:
| Parameter | Efek Teramati |
|---|---|
| Panjang Hari (LOD) | Fluktuasi milidetik pada durasi satu hari akibat transfer momentum sudut. Saat inti melambat, mantel berputar lebih cepat, membuat hari lebih pendek. |
| Medan Magnet | Perubahan pola aliran konveksi di inti luar dapat memicu pergeseran kutub magnet dan variasi intensitas medan geomagnetik Bumi. |
| Geodinamika | Distribusi massa yang berubah sedikit dapat menyebabkan deformasi bentuk Bumi yang sangat halus dan variasi lokal pada medan gravitasi. |
Glosarium & Konsep Kunci
- Seismologi Cabang ilmu geofisika yang menggunakan gelombang gempa sebagai "pemindai" untuk memetakan struktur lapisan dalam Bumi tanpa perlu melakukan pengeboran fisik.
- Super-rotasi Kondisi dinamis di mana inti Bumi berputar dengan kecepatan sudut yang sedikit lebih tinggi dibandingkan kecepatan rotasi mantel/kerak Bumi.
- Geodinamika Studi tentang gaya-gaya dan pergerakan materi di dalam Bumi, termasuk aliran panas, pergerakan lempeng tektonik, dan variasi rotasi inti.
- Kopling Gravitasi Interaksi gaya tarik-menarik antara massa mantel yang heterogen dengan inti dalam, yang berfungsi menyeimbangkan atau "mengunci" rotasi keduanya.
-
Momen Inersia (
) Ukuran "kemalasan" suatu benda untuk berputar. Semakin besar momen inersia (massa tersebar jauh dari pusat), semakin sulit benda tersebut diputar atau dihentikan. - Diferensial Rotasi Fenomena fisika di mana bagian-bagian berbeda dari suatu benda langit (seperti Bumi, Matahari, atau Jupiter) berputar dengan kecepatan sudut yang tidak seragam.
Kuis Validasi Pemahaman
Sistem akan memilih 5 soal acak dari bank soal kami.

