Program Linear: Karakteristik Solusi Tunggal pada Masalah Maksimum Baku
Dalam dunia optimasi matematika dan riset operasi, Program Linear (Linear Programming) adalah teknik fundamental untuk mencapai hasil terbaik—seperti keuntungan maksimal atau biaya terendah—dalam model matematika yang representasinya diatur oleh hubungan linear. Namun, tidak semua masalah optimasi diciptakan sama. Sebuah pertanyaan krusial yang sering muncul adalah: Apakah solusi optimal yang kita temukan adalah satu-satunya solusi, atau adakah alternatif lain?
Artikel ini akan mengupas tuntas karakteristik masalah Pola Maksimum Baku yang memiliki Solusi Optimal Tunggal (Unique Optimal Solution). Pemahaman ini sangat vital bagi analis data dan mahasiswa matematika untuk memastikan stabilitas keputusan yang diambil berdasarkan model.
Definisi Pola Maksimum Baku
Sebelum mengidentifikasi keunikan solusi, kita harus menyepakati bentuk standar (baku) dari masalah maksimisasi. Bentuk baku masalah program linear maksimisasi didefinisikan sebagai:
Di mana $Z$ adalah fungsi tujuan, $x_j$ adalah variabel keputusan, dan $b_i$ adalah konstanta sisi kanan yang bernilai non-negatif ($b_i \geq 0$).
Analisis Geometris: Mengapa Solusi Tunggal Terjadi?
Secara geometris, wilayah yang dibentuk oleh kendala-kendala linear disebut daerah layak (feasible region), yang berbentuk polytope cembung. Teorema titik pojok menyatakan bahwa jika solusi optimal ada, maka solusi tersebut pasti berada di salah satu titik sudut (vertex) dari daerah layak.
Syarat Terjadinya Solusi Tunggal
Solusi optimal dikatakan tunggal jika dan hanya jika garis (atau bidang) fungsi tujuan $Z$ menyentuh daerah layak tepat di satu titik sudut ekstrem.
Hal ini terjadi ketika kemiringan (gradien) fungsi tujuan tidak sama dengan kemiringan garis kendala mana pun yang mengikat (binding constraints) pada titik optimal tersebut. Jika kemiringan fungsi tujuan sejajar dengan salah satu sisi daerah layak, maka akan terjadi Solusi Banyak (Multiple/Alternative Optima), di mana semua titik di sepanjang segmen garis tersebut adalah optimal.
Simulasi Interaktif: Uji Gradien Fungsi Tujuan
Geser slider di bawah untuk mengubah koefisien fungsi tujuan $Z = Ax + By$. Perhatikan kapan solusi menjadi tunggal (hijau) atau banyak (merah).
Kendala Tetap:
1. $x + y \leq 50$ (Garis Biru)
2. $x + 4y \leq 120$ (Garis Merah)
$x, y \geq 0$
Tips: Coba atur rasio A/B agar sama dengan kemiringan kendala (misal A=1, B=1 atau A=1, B=4).
Analisis Aljabar: Perspektif Metode Simplex
Dalam metode Simplex, kita dapat mengidentifikasi solusi tunggal dengan melihat tabel optimal. Karakteristik solusi tunggal pada masalah maksimum baku adalah:
- Reduced Cost Non-Nol: Pada baris fungsi tujuan (baris Z atau baris 0) di tabel optimal, koefisien untuk semua variabel non-basis (non-basic variables) harus bernilai positif mutlak (dalam format $Z - \sum c_j x_j = 0$).
- Interpretasi: Nilai positif pada variabel non-basis menunjukkan bahwa jika kita mencoba memasukkan variabel tersebut ke dalam basis (menjadikannya bernilai positif), nilai fungsi tujuan $Z$ justru akan menurun. Oleh karena itu, tidak ada titik tetangga yang memberikan nilai Z yang sama baiknya.
Studi Kasus Sederhana
Misalkan kita ingin memaksimumkan $Z = 3x_1 + 2x_2$ dengan kendala:
- $2x_1 + x_2 \leq 100$ (Kendala 1)
- $x_1 + x_2 \leq 80$ (Kendala 2)
- $x_1, x_2 \geq 0$
Gradien fungsi tujuan adalah $m_Z = -3/2 = -1.5$.
Gradien Kendala 1 adalah $m_1 = -2$.
Gradien Kendala 2 adalah $m_2 = -1$.
Karena $-1.5 \neq -2$ dan $-1.5 \neq -1$, maka garis isoprofit (garis nilai Z) akan memotong daerah layak tepat di satu titik ekstrem (dalam kasus ini perpotongan kedua kendala). Ini menjamin solusi tunggal.
Glosarium
- Fungsi Tujuan (Objective Function)
- Fungsi linear $Z$ yang ingin dimaksimumkan atau diminimumkan.
- Daerah Layak (Feasible Region)
- Himpunan semua titik yang memenuhi seluruh kendala sistem.
- Variabel Non-Basis
- Variabel yang nilainya diatur menjadi nol dalam iterasi Simplex tertentu.
- Reduced Cost
- Besaran perubahan nilai fungsi tujuan jika satu unit variabel non-basis dipaksa masuk ke dalam solusi.
- Kendala Mengikat (Binding Constraint)
- Kendala yang ruas kiri dan kanannya bernilai sama pada solusi optimal (tidak ada slack atau sisa).
Referensi
- Bazaraa, M. S., Jarvis, J. J., & Sherali, H. D. (2010). Linear Programming and Network Flows. John Wiley & Sons.
- Taha, H. A. (2017). Operations Research: An Introduction. Pearson Education.
- Winston, W. L. (2004). Operations Research: Applications and Algorithms. Brooks/Cole.

