Bagaimana merancang lesson plan yang efektif menggunakan model BOPPPS untuk mendukung Deep Learning? Artikel ini merangkum hasil Workshop Praktisi Mengajar Prodi S1 Pendidikan Matematika FMIPA Unesa yang membahas tuntas strategi pembelajaran interaktif adaptasi Kurikulum Cambridge.
- Topik Utama: Merancang pembelajaran bermakna (Deep Learning) dengan kurikulum internasional.
- Metode Kunci: Model instruksional BOPPPS & Strategi Active Learning.
- Narasumber: Nila Rosita Dewi, S.Pd. (Singapore Intercultural School Surabaya).
Pendahuluan
Perkuliahan di perguruan tinggi tidak hanya berfokus pada pemberian teori, tetapi juga pada upaya menghubungkan mahasiswa dengan praktik nyata di dunia pembelajaran. Sebagai calon pendidik, mahasiswa perlu memahami bagaimana konsep dan teori dapat diterapkan secara fleksibel, kontekstual, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Dalam konteks pengembangan keterampilan merancang pembelajaran, mahasiswa dituntut untuk menguasai pendekatan yang menciptakan suasana belajar bermakna. Pembelajaran bermakna memberi ruang bagi siswa untuk memahami konsep secara mendalam (deep learning), membangun penalaran, serta mengembangkan pemikiran kritis dalam memecahkan masalah dunia nyata.
Uraian & Agenda Kegiatan
Workshop Praktisi Mengajar bertema “Designing Lessons for Deep Learning in the Cambridge Curriculum” dilaksanakan secara daring via Zoom Meeting pada Senin, 3 November 2025. Kegiatan ini dipandu oleh Dr. Endah Budi Rahaju, M.Pd. dan Dr. Nia Wahyu Damayanti, M.Pd. sebagai moderator.
| Waktu (WIB) | Kegiatan | Keterangan |
|---|---|---|
| 14.00 – 14.05 | Pembukaan | Moderator menyapa peserta dan memimpin doa. |
| 14.05 – 14.15 | Sambutan | Oleh Koordinator Prodi, Dr. Endah Budi Rahaju, M.Pd. |
| 14.20 – 15.00 | Pemaparan Materi | Topik: Desain Lesson Plan, Cambridge Curriculum, dan Model BOPPPS oleh Nila Rosita Dewi, S.Pd. |
| 15.00 – 15.20 | Diskusi & Tanya Jawab | Sesi interaktif mahasiswa seputar penerapan lesson plan. |
| 15.20 – 15.30 | Kesimpulan & Penutup | Rangkuman, pantun penutup, dan presensi daring. |
Inti Materi: Deep Learning dan Model BOPPPS
Cambridge Curriculum sangat menekankan pembelajaran berbasis konsep dan penerapan pada konteks nyata. Untuk mengeksekusi hal ini, narasumber memperkenalkan model BOPPPS. Model ini merupakan kerangka desain instruksional yang memastikan pembelajaran berjalan terstruktur dan berpusat pada siswa.
Tanya Jawab: Penerapan Model BOPPPS
🗣️ Pertanyaan oleh Earl Oswald P:
“How do we create a lesson plan using the BOPPPS teaching model? Could you please explain the steps and provide an example of how each stage is applied in an actual lesson?”
👨‍🏫 Jawaban Narasumber:
Penyusunan lesson plan dilakukan dengan mendistribusikan waktu dan aktivitas secara terstruktur ke dalam 6 fase BOPPPS. Kuncinya ada pada fase Participatory Learning, di mana porsi waktu terbanyak digunakan agar siswa mengeksplorasi konsep secara mandiri melalui strategi Active Learning seperti Think-Pair-Share atau Case Studies, bukan sekadar mendengarkan ceramah.
Hasil dan Dampak Kegiatan
Melalui workshop ini, mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika FMIPA UNESA berhasil menyerap wawasan praktis mengenai:
- Pemahaman prinsip deep learning dalam kerangka kurikulum internasional.
- Penggunaan arsitektur BOPPPS untuk membuat RPP (Lesson Plan) yang runut.
- Keterampilan menginjeksi teknik active learning ke dalam mata pelajaran eksakta seperti matematika.
Sebagai bentuk tindak lanjut (RTL), mahasiswa ditugaskan merancang lesson plan matematika berbasis BOPPPS. Ini merupakan bekal esensial untuk membentuk kompetensi pedagogis guru masa depan yang adaptif.
Glosarium
- BOPPPS
- Singkatan dari Bridge-in, Objectives, Pre-assessment, Participatory Learning, Post-assessment, dan Summary. Sebuah kerangka desain kelas partisipatif.
- Deep Learning
- Proses pembelajaran di mana siswa tidak hanya menghafal, tetapi memahami makna konsep secara mendalam dan mampu menerapkannya dalam memecahkan masalah baru.
- Active Learning
- Metode pengajaran yang melibatkan partisipasi aktif peserta didik, misalnya melalui diskusi kelompok (Buzz Groups) atau debat.
- Cambridge Curriculum
- Kurikulum bertaraf internasional yang berfokus pada pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) dan pemahaman konsep secara mendalam.
FAQ (Pertanyaan Umum)
1. Apa keunggulan model BOPPPS dibanding model konvensional?
BOPPPS memastikan adanya sinkronisasi antara tujuan belajar awal dengan evaluasi di akhir, serta memaksa guru untuk mengalokasikan waktu spesifik agar siswa terlibat aktif (Participatory Learning).
2. Apakah model ini cocok untuk pelajaran Matematika?
Sangat cocok. Matematika membutuhkan pemahaman konsep bertahap. Fase Bridge-in dapat diisi dengan teka-teki logika, dan Participatory diisi dengan pemecahan masalah (Problem-Based Learning).
Siap Mendesain Pembelajaran Bermakna?
Tingkatkan kompetensi Anda sebagai pendidik masa depan bersama Prodi S1 Pendidikan Matematika FMIPA Unesa. Bagikan artikel ini kepada rekan sejawat Anda!
Kembali ke Atas ⬆️
