1. Melukis Sisi - Sisi - Sisi (SSS)
Metode ini digunakan ketika panjang ketiga sisi ($a, b, c$) diketahui. Titik puncak segitiga diperoleh dari perpotongan dua busur lingkaran yang berpusat di ujung-ujung alas.
- Inventarisasi komponen (Lihat area atas kanvas).
- Lukis Sisi c sebagai alas (Ruas garis AB).
- Ambil ukuran Sisi b, lukis busur lingkaran dari A.
- Ambil ukuran Sisi a, lukis busur lingkaran dari B.
- Perpotongan busur adalah titik C. Hubungkan garis.
2. Melukis Sisi - Sudut - Sisi (SAS)
Presisi dibutuhkan saat menyalin sudut. Perhatikan langkah pengukuran "tali busur" (chord) berwarna merah yang menunjukkan jarak bukaan sudut.
- Inventarisasi komponen.
- Lukis Sisi 1 sebagai alas.
- Buat busur referensi pada sudut inventaris, salin ke alas.
- Presisi: Ukur lebar tali busur (jarak antar kaki sudut), potongkan pada busur di alas.
- Tarik garis sinar putus-putus, tandai Sisi 2, lalu hubungkan.
3. Melukis Sudut - Sisi - Sudut (ASA)
Proses ini melibatkan penyalinan sudut sebanyak dua kali. Titik pertemuan kedua sinar garis akan menjadi puncak segitiga secara otomatis.
- Inventarisasi komponen.
- Lukis garis alas.
- Salin Sudut A di ujung kiri (ukur busur & tali busur).
- Salin Sudut B di ujung kanan (ukur busur & tali busur).
- Titik potong sinar adalah C.
4. Melukis Sisi - Sudut - Sudut (SAA/AAS)
Diketahui satu sisi dan dua sudut, namun sisi tersebut tidak diapit. Kita harus mencari besar sudut ketiga terlebih dahulu menggunakan konsep garis lurus (180°). Perhatikan bagaimana "Busur Master" di area Inventaris memvisualisasikan penjumlahan sudut dengan presisi.
- Inventarisasi: Sisi, Sudut Dekat ($\alpha$), Sudut Depan ($\beta$).
- Langkah Kunci: Lukis $\alpha$ dan $\beta$ berurutan pada garis 180° menggunakan Busur Master. Sisa celah adalah $\gamma$.
- Lukis Sisi alas.
- Salin Sudut Dekat ($\alpha$) ke satu ujung.
- Salin Sudut Sisa ($\gamma$) ke ujung lainnya (ukur busur dan tali busur dari Busur Master).

